Home » Mengaji Lathâ-iful Minan by أحمد بن عطاء الله السكندري
Mengaji Lathâ-iful Minan أحمد بن عطاء الله السكندري

Mengaji Lathâ-iful Minan

أحمد بن عطاء الله السكندري

Published 2005
ISBN :
Paperback
407 pages
Enter the sum

 About the Book 

Malamku di wajahmu bersinar terang. Sedang kegelapannya mengitari manusia. Mereka semua diliputi kegelapan. Sementara kita bersama di terang cahaya. Demi Allah, istiqamahlah! Jika istiqamah, kau akan menjadi mufti dalam dua mazhab: ilmu lahir danMoreMalamku di wajahmu bersinar terang. Sedang kegelapannya mengitari manusia. Mereka semua diliputi kegelapan. Sementara kita bersama di terang cahaya. Demi Allah, istiqamahlah! Jika istiqamah, kau akan menjadi mufti dalam dua mazhab: ilmu lahir dan ilmu batin. (Ungkapan Syekh Abu al-Abbas kepada Ibn Athaillah)Perjumpaan dengan Yang Maha Lembut, Yang Mahakuasa, dan Yang Mahakasih acapkali memahatkan jejak teramat indah dan mulia pada hati setiap hamba. Kerap kali mereka tak bisa mengungkapkan pengalaman batin mereka dengan kata-kata. Apa yang terucap tak selamanya menggambarkan yang alami. Syair, hikayat, dan munajat, sering mereka jadikan sarana untuk mengungkap apa yang dirasa. Karena itulah keindahan dan kehalusan senantiasa mewarnai karya-karya para wali.Kehalusan dan keluwesan itulah yang kita rasakan ketika membaca karya-karya Ibnu Athaillah, termasuk Lathâif al-Minan yang ada di tangan pembaca. Rahasia yang mahaindah memang tak bisa diungkapkan kata-kata. Namun, dengan tulus hati, Ibnu Athaillah memberi kita kunci untuk membuka pintu-pintu khazanah yang selama ini hanya misteri. Dengan gaya tutur yang menawan, ia mengajak kita menapaki jalan Ilahi. Ia menuntun kita menghindari jurang dan palung kesesatan. Kedalaman makna Al-Quran dan hadis yang mulia disajikan dengan cara memesona. Jika Syekh Muhammad Abduh bilang bahwa al-hikam nyaris seperti Al-Quran, Syekh Abdul Halim Mahmud menyebut Lathâif al-Minan adalah mutiara yang terpendam di kedalaman samudra.Buku ini penuh berkah karena menceritakan dua sosok agung yang telah mencapai puncak ketinggian ruhani: Abu al-Hasan al-Syadzili r.a. dan Abu al-Abbas al-Mursi r.a. Buku ini pun teramat berharga karena setiap pembaca akan mendapatkan pengetahuan bermanfaat. Ibnu Athaillah tak melewatkan penjelasan tentang berbagai persoalan yang pelik dan sulit dipahami dan hal-hal istimewa lainnya.